Gatraindonesia.com Jakarta- Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Indonesia menunjukkan tren positif, naik dari 76,02 pada 2023 menjadi 76,47 pada 2024. Capaian ini diungkapkan dalam Kick Off Harmony Award bagi Pemerintah Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.
“Watak dasar kita itu memang rukun dan harmoni, dan ini secara empiris kita buktikan kita begitu diverse, begitu berat, tapi kita berhasil menjaga dan merawat kerukunan ini,” kata Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Selasa (23/9/2025).
Sekjen Kamaruddin menyampaikan bahwa Indonesia mendapat perhatian dunia internasional atas keberhasilannya merawat harmoni di tengah keberagaman. Ia mencontohkan, dalam forum BRICS di Brasil, Indonesia kerap diminta berbagi pengalaman dalam menjaga stabilitas sosial dan politik.
“Bagaimana sih Indonesia kok bisa sukses gitu, merawat kerukunannya yang sangat luar biasa, tetapi tingkat stabilitas sosial politiknya juga sangat bagus,” ungkapnya.
Ditemui di sela acara, ketua FKUB Mimika Dr. Jeffry C. Hutagalung dihadapan awak media mengatakan kita tidak berbicara tentang penghargaan Harmony Award saja, akan tetapi bagaimana pencapaian kita yang adalah perjuangan berat. Sebenarnya dari awal karena SOP Mimika berfikir gak mungkin kami bisa mendapatkan penghargaan karena saingan terlalu banyak.
“Pesertanya ada 400 kota, karena juga Mimika itu bukan hanya masyarakat Indonesia asli tapi terdiri dari berbagai bangsa di Mimika. Jadi bagaimana sebuah kerukunan yang harmonis yang sudah dijalin dari era ke era apalagi pak Bupati ikut mendukung harmonisasi di Mimika. Bahkan masyarakat Mimika itu seperti melebelkan Bapak Bupati sebagai Bapak Toleransi, ” imbuhnya.
“Sebenarnya ajang ini bukanlah sebagai ajang pembuktian tapi sebagai legalitas untuk media, dengan ini bisa membangun Mimika. Karena motto Mimika itu adalah ‘bersama bersatu membangun’ , beliau di bawah motto yang besar ini bersatu membangun Mimika sebagai rumah kita. Dan hal ini sinkron sebenarnya ketika kita berbicara harmonisasi dan kerukunan, ” tutur Jeffry.
Lebih lanjut, kedepannya kita pasti ada kiat-kiat khusus dan bahkan yang lebih baik lagi untuk mempertahankan harmoni diantara masyarakat Mimika.
Namun perlu diketahui bahwa kami memperoleh hubungan yang Harmoni itu bukan hanya sekedar formalitas saja tapi memang benar-benar terjadi di semua lapisan masyarakat dan semua instansi yang terlibat di dalamnya.
Harapannya kita tidak boleh cepat puas karena kalau cepat puas dalam memperoleh sesuatu padahal kita tetap butuh kebersamaan untuk mempertahankan penghargaan ini. Semoga kedepannya kita dapat penghargaan seperti malam ini, tapi saya yakin selama kami tetap bersama – sama yakin bisa untuk meraih penghargaan lagi tahun depan.















