banner 728x250
Film  

KARYA PERDANA IKO UWAIS FILM TIMUR DIPUJI FULL ACTION DAN TATA SUARA MENGGELEGAR

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Gatraindonesia.com Jakarta- Uwais Pictures resmi memperkenalkan film perdana mereka, Timur, melalui rangkaian Press Conference dan Gala Premiere yang digelar meriah di Epicentrum XXI, Jakarta, 4 Desember 2025. Acara yang didukung penuh oleh BNI tersebut sekaligus menjadi tonggak penting bagi perjalanan karier Iko Uwais, yang untuk pertama kalinya duduk di kursi sutradara dalam sebuah film laga-emosional berskala ambisius.

Sejak awal acara, Epicentrum XXI telah disulap menjadi “Hutan Rimba Timur”. Dengan demikian, para tamu dan media tidak hanya hadir untuk menonton film, tetapi juga merasakan pengalaman sinematik yang imersif. Suasana hutan yang megah, lengkap dengan detail atmosferik, menjadikan gala premiere ini terasa berbeda dari yang biasanya dilakukan oleh film-film Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pemeran dan kru utama, di antaranya Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho, Ryan Santoso, Aufa Assegaf, Jimmy Kobogau, Macho Hungan, Yusuf Mahardika, Yasamin Jasem, Amara Angelica, Stefan William, Bizael Tanasale, Beyon Destiano, Andri Mashadi, Adhin Abdul Hakim, dan Fanny Ghassani. Penggunaan Dolby Atmos pun langsung mendapat apresiasi para tamu. Suara detail dari berbagai arah membuat penonton merasa masuk ke dalam hutan. “Tiba-tiba ada suara burung dari kiri, lalu ada suara lain dari kanan. Itu nancep banget dan bikin suasananya kerasa nyata,” ujar salah satu penonton yang hadir.

Sementara itu, Iko Uwais mengungkapkan bahwa “Timur” adalah proyek yang sangat personal. Menurutnya, film ini lahir dari rasa cintanya terhadap orang-orang Indonesia Timur yang turut merawatnya sejak kecil. “Saya sudah lama berkarya di luar, dan akhirnya bisa pulang serta memulai sesuatu yang baru di sini. ‘Timur’ adalah bentuk penghargaan kepada keluarga yang membesarkan saya, khususnya saudara-saudara saya di Indonesia Timur,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa film ini tidak hanya menonjolkan aksi, melainkan juga drama yang menjadi dasar emosinya. “Saya ingin menghadirkan bukan hanya adegan laga, tetapi juga rasa,” tegasnya.

Selain itu, penyanyi Audi yang menulis lagu soundtrack “Nyanyian Timur” menjelaskan bahwa lagu tersebut lahir dari rasa yang muncul setelah ia melihat langsung kedekatan kru saat proses syuting. “Awalnya aku hanya datang weekend untuk lihat anak-anak di lokasi. Tapi setelah melihat mereka sedekat keluarga, tiba-tiba muncul rasa itu. Aku bilang ke Iko, ‘Pak, gimana kalau aku bikin lagu buat film ini?’ dan dia langsung bilang ‘Gas!’,” kenangnya.

Audi juga mengungkap bahwa mereka membuat dua versi lagu: versi megah bersama komposer Andi Rianto, dan versi rough yang lebih tulus untuk adegan film. “Versi film itu seperti aku lagi bercerita. Lebih raw, lebih jujur. Iko mau versi yang paling menyayat hati,” ucapnya. Acara gala premiere pun ditutup dengan tepuk tangan panjang. Banyak penonton yang mengaku terkejut sekaligus bangga melihat kemampuan Iko di balik kamera. Antusiasme tersebut menjadi sinyal kuat bahwa film ini berpotensi membuka standar baru bagi genre laga-emosional Indonesia.

Film Timur siap tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Desember 2025, menyajikan kisah tentang keberanian, pengkhianatan, persaudaraan, serta perjuangan panjang untuk menemukan arti pulang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *