Gatraindonesia.com Jakarta — Kepergian Rudolf A. Butarbutar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para kolega. Sosok purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pangkat Mayor Jenderal tersebut dikenal sebagai figur yang berdedikasi, baik selama karier militernya maupun setelah memasuki masa purnatugas.
Usai pensiun dari militer, Rudolf aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan politik. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura periode 2024–2029.
Struktur kepengurusan tersebut diumumkan dan dikukuhkan dalam acara pelantikan di Jakarta Convention Center pada April 2025. Posisi itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh senior yang memberikan pertimbangan strategis bagi partai bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.
Anak kedua almarhum, Frangky Ivan Ronaldo Butarbutar, dalam wawancara dengan awak media menyampaikan bahwa sang ayah merupakan sosok pahlawan bagi keluarga.
“Buat saya, papah itu seorang pahlawan bagi kami anak-anaknya.
Beliau mengajarkan banyak hal. Beliau mungkin tidak meninggalkan materi, tetapi memberikan petuah yang kami pegang sampai sekarang: seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Karena itu temannya banyak, bisa dilihat dari orang-orang yang hadir mengantar beliau ke peristirahatan terakhir,” ujarnya.
Frangky juga mengungkapkan pesan terakhir sang ayah kepada anak-anaknya, yakni untuk menjaga ibu mereka serta tetap menjalin hubungan baik dengan para sahabat almarhum, termasuk dengan tokoh-tokoh yang dekat semasa hidupnya seperti AM Hendropriyono.
Menurutnya, almarhum juga berpesan kepada masyarakat luas agar tetap menjaga persatuan bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah.
“Pesan beliau untuk masyarakat, dengan keadaan sekarang ini jangan terlalu gampang terprovokasi untuk hal-hal yang tidak penting. Kita tetap perjuangkan bangsa ini dengan baik,” katanya.
Kepergian Rudolf A. Butarbutar bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi para sahabat dan kolega yang mengenalnya sebagai pribadi yang tegas, bersahaja, serta memiliki jaringan pertemanan yang luas. Sosoknya akan selalu dikenang melalui nilai-nilai kebersamaan dan persatuan yang diwariskannya.

















