banner 728x250

Bamus Betawi Gelar Raker 2026, Siapkan Warga Adat Sambut Jakarta Kota Global

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Gatraindonesia.com Jakarta – Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan tema _“Menyongsong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global”_ di Hotel Acacia, Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Raker ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran masyarakat Betawi dalam transformasi Jakarta menjadi kota global, tanpa melepas akar budaya lokal.

Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad, S.H., menegaskan bahwa Raker bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk merumuskan program kerja, memperkuat koordinasi antarormas Betawi, dan meningkatkan kapasitas pengurus dalam memahami arah pembangunan Jakarta.

“Sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta, Bamus Betawi punya tanggung jawab besar menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi di tengah perubahan status Jakarta pasca pemindahan ibu kota negara,” ujar Riano.

*Pahami Roadmap Pembangunan Jakarta*
Menurut Riano, agenda utama Raker adalah membekali pengurus dengan pemahaman utuh soal dokumen perencanaan pembangunan Jakarta, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Untuk itu, Bamus Betawi menghadirkan narasumber dari pemerintah daerah guna menjelaskan roadmap pembangunan kota.

Ia menekankan pentingnya masyarakat Betawi mengetahui arah pembangunan Jakarta satu tahun, lima tahun, hingga dua puluh tahun ke depan. Dengan begitu, warga Betawi bisa berperan aktif di berbagai sektor sekaligus menjaga eksistensi budaya di tengah arus modernisasi.

*Perkuat Kelembagaan Adat*
Selain membahas pembangunan, Raker juga menegaskan komitmen Bamus Betawi mendukung implementasi UU Nomor 2 Tahun 2024 yang memperkuat peran lembaga adat Betawi. Langkah strategis yang didorong adalah pembentukan dan pengembangan _Majelis Kaum Betawi_ sebagai wadah representatif masyarakat adat.

Riano berharap Raker menghasilkan rekomendasi strategis dan berorientasi jangka panjang untuk memperkuat posisi Bamus Betawi sebagai mitra pemerintah daerah. Tujuannya, mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada identitas budaya Betawi.

“Jakarta memasuki fase baru. Masyarakat Betawi harus siap beradaptasi, memahami perubahan, dan mengambil bagian dalam pembangunan agar budaya Betawi tetap menjadi ruh dan karakter utama Jakarta menuju usia lima abad,” tegasnya.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *