gatraindonesia.com – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat dibangun melalui ilmu pengetahuan, integritas, serta semangat pengabdian kepada bangsa. Pandangan tersebut disampaikannya usai berdiskusi dengan Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup.
Menurut Gugun Gumilar, pertemuan tersebut menjadi momentum berharga untuk menyerap pengalaman, wawasan strategis, dan nilai-nilai kepemimpinan dari salah satu tokoh nasional yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan Indonesia.
“Merupakan sebuah kehormatan dapat belajar langsung dari kebijaksanaan dan pengalaman Bapak Hashim Djojohadikusumo. Kepemimpinan sejati lahir dari integritas, pengalaman, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Dr. H. Gugun Gumilar
Ia menilai, dialog antargenerasi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan nasional maupun global. Menurutnya, setiap kesempatan berdiskusi dengan tokoh bangsa merupakan investasi intelektual yang memperkaya perspektif sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan.
Berangkat dari sebuah desa di Purwakarta, Jawa Barat, Gugun mengaku tidak pernah membayangkan dapat berdialog secara langsung dengan tokoh nasional yang keluarganya memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Indonesia. Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan, kerja keras, ketekunan, dan doa mampu membuka jalan menuju pengabdian yang lebih luas.
Sebagai Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan meraih prestasi akademik, tetapi harus melahirkan insan yang memiliki tanggung jawab moral untuk kembali mengabdi kepada masyarakat, memperkuat persatuan, serta membangun peradaban bangsa.
“Pendidikan, baik di Indonesia maupun di luar negeri, bukan sekadar jalan menuju kesuksesan pribadi. Ilmu harus menjadi bekal untuk kembali mengabdi, melayani masyarakat, memperkuat persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.”
Lebih lanjut, Gugun menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak diukur dari tempat ia menempuh pendidikan, melainkan dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo dinilai sebagai salah satu tokoh nasional yang konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor energi, lingkungan hidup, dan ekonomi nasional. Pengalaman serta pemikirannya menjadi referensi penting bagi generasi muda dalam membangun Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global.
Gugun berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki semangat belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap berbagai perspektif, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai instrumen untuk menghadirkan solusi bagi bangsa.
“Mari terus belajar dengan rendah hati, memimpin dengan keteladanan, serta mengabdikan ilmu demi kemajuan Indonesia. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk membangun peradaban yang lebih baik,” tutup Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia

















