banner 728x250

SMA Labschool Jakarta Gelar Trip Observasi 2026 di Banceuy, Kolaborasi dengan Orang Tua Murid dan Masyarakat

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Trip Observasi 2026 Perkuat Karakter Siswa lewat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Sinergi Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat_

*SUBANG, 29 September 2026* – SMA Labschool Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Trip Observasi (TO) 2026 edisi ke-54. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 27 September hingga 1 Oktober 2026 ini dipusatkan di Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Program pembelajaran luar kelas yang wajib diikuti seluruh siswa kelas X ini mengusung tema *”Membentuk Murid yang Mandiri, Berkarakter, dan Berbudaya Ilmiah Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”*. Tahun ini, TO kembali menghadirkan keterlibatan aktif Orang Tua Murid (OTM) kelas X sebagai wujud sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Trip Observasi merupakan tradisi akademik dan pemuliaan karakter legendaris SMA Labschool Jakarta sejak tahun 1972. Selama kegiatan, siswa memindahkan ruang belajar dari kota ke pedesaan untuk mengasah kepekaan dan kepedulian sosial. Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) serta mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menuju Indonesia Emas 2045.

*Aksi Sosial Orang Tua Murid*

Puncak partisipasi OTM berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, melalui program aksi sosial terstruktur. Tim Baksos Kesehatan yang terdiri dari *13 dokter umum dan 8 dokter gigi profesional* dari kalangan OTM menggelar bakti sosial kesehatan gratis meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, dan edukasi hidup sehat bagi warga desa.

Sementara itu, Tim Baksos Sembako dan Pakaian menggelar Bazar Murah yang menjual bahan kebutuhan pokok hasil donasi seluruh siswa kelas X serta paket perlengkapan sekolah dan pakaian layak pakai dengan harga sangat terjangkau. Seluruh hasil penjualan bazar diserahkan kepada pihak desa untuk program pemberdayaan masyarakat Banceuy.

Program bakti sosial juga mencakup perbaikan masjid, Posyandu, majelis ta’lim, rumah warga dan taman baca, penyediaan buku bacaan serta pemberian santunan bagi dhuafa dan lansia.

*Dampak Ganda Bagi Siswa dan Warga*

Bagi siswa, tinggal bersama keluarga asuh (host family) dan berpartisipasi dalam program Peduli Kehidupan Desa (PKD) seperti membajak sawah, menanam padi, memanen hasil kebun, dan menangkap ikan memberikan pengalaman hidup berharga yang menumbuhkan rasa syukur, kemandirian, serta penghormatan pada kearifan lokal.

“Tinggal bersama warga Banceuy dan bekerja di sawah memberikan pelajaran hidup yang tak terlupakan tentang perjuangan dan kebersamaan,” ujar salah seorang siswa kelas X.

Bagi warga Kampung Adat Banceuy, kehadiran rombongan TO membawa manfaat langsung berupa layanan kesehatan gratis, akses kebutuhan pokok murah, perbaikan sarana ibadah dan taman baca, serta dukungan dana pemberdayaan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, “Kegiatan ini adalah wujud silaturahmi dan saling berbagi kasih sayang. Kehadiran para siswa tidak hanya memberi kebahagiaan dan kehangatan, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga lokal serta mengajarkan nilai-nilai kehidupan desa yang guyub dan bersahaja.”

Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, http://M.Pd. menjelaskan, “Trip Observasi dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar bermakna di luar dinding sekolah. Ini adalah sarana penguatan pembelajaran mendalam di mana siswa berinteraksi langsung dengan realitas kehidupan pedesaan, melakukan pengamatan ilmiah, serta bakti sosial untuk membentuk pribadi yang mandiri, berkarakter, dan berwawasan global.”

Anggota DPRD Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar yang hadir sebagai pembina apel pembukaan menambahkan, “Pendidikan karakter harus diperkuat dengan memberi siswa pengalaman langsung di tengah masyarakat. Kemampuan akademik perlu diimbangi pemahaman sosial, budaya, serta kearifan lokal seperti di Kampung Adat Banceuy.”

Ketua Umum POMG SMA Labschool Jakarta, Shirley Ocristiana menekankan bahwa TO bukan sekadar tugas penelitian, melainkan wadah pembelajaran bagi anak dan orang tua. “Kami berterima kasih atas sambutan hangat seluruh warga Kampung Adat Banceuy,” katanya.

Ketua Panitia OTM Trip Observasi, Erdiana, menambahkan, “Penyelenggaraan baksos kesehatan dan bazar sembako murah adalah bentuk keteladanan nyata bagi anak-anak. Kami ingin mereka melihat langsung bagaimana orang tua mempraktikkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan gotong royong.”

Perwakilan masyarakat Kampung Adat Banceuy, Odang, merespons positif, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan fasilitas yang diberikan, dari buku bacaan hingga sarana ibadah. Hal ini sangat berarti untuk mendorong anak-anak kami agar lebih rajin membaca dan menjadi generasi yang berkualitas.”

Penyelenggaraan TO ke-54 ini mempertegas komitmen SMA Labschool Jakarta untuk mencetak generasi muda yang cerdas, mandiri, dan peduli sosial melalui model pendidikan berbasis karakter holistik.

—
*Tentang SMA Labschool Jakarta*
SMA Labschool Jakarta adalah satuan pendidikan menengah atas unggulan di bawah naungan Badan Pengelola Sekolah (BPS) Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (YP UNJ) yang berdedikasi membangun potensi peserta didik secara utuh berbasis pilar Iman, Ilmu, dan Amal sejak 1968.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *