Gatraindonesia.com Jakarta, 5 Mei 2026 — Ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang digelar pada 5–7 Mei 2026 di Gedung Smesco Indonesia kembali menjadi ruang strategis mempertemukan ratusan buyer dari sektor pemerintah, BUMN, dan swasta dengan ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan transaksi produk dalam negeri.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah sesi talkshow yang menghadirkan Winda Pramesty, Junior Manajer Divisi Pemasaran dari PT Pegadaian.
Dalam paparannya, Winda menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengelola keuangan keluarga di era digital.
“Perempuan berdaya akan menghasilkan keluarga yang berkualitas.
Dalam rumah tangga, perempuan sering kali menjadi ‘menteri keuangan’ yang menentukan arah pengelolaan finansial,” ujarnya.
Winda juga membagikan perjalanan kariernya sejak bergabung di Pegadaian pada 2010, dimulai dari posisi penaksir hingga kini berada di divisi penjualan.
Pengalaman tersebut memberinya perspektif kuat tentang pentingnya literasi keuangan, khususnya bagi perempuan.
Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa sekitar 61 persen keputusan finansial dalam keluarga diambil oleh perempuan.
Peran ini mencakup pengelolaan pengeluaran, perencanaan pendidikan anak, hingga investasi jangka panjang.
Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan alami dalam mengatur prioritas keuangan keluarga.
“Berapa pun pendapatan yang diterima, biasanya selalu ada yang bisa disisihkan untuk ditabung. Ini menunjukkan kedisiplinan dan ketahanan finansial yang dimiliki perempuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Winda menjelaskan tahapan pengelolaan keuangan yang ideal, mulai dari fase dasar saat masih lajang, persiapan pernikahan, kehidupan berkeluarga, hingga perencanaan pendidikan anak dan masa pensiun. Ia menegaskan bahwa setiap tahap membutuhkan perencanaan yang matang agar kondisi keuangan keluarga tetap stabil dan berkembang.
Di kalangan ibu rumah tangga, emas umumnya disimpan dalam bentuk perhiasan. Selain berfungsi sebagai aksesori, perhiasan emas juga memberikan keuntungan sebagai aset yang nilainya cenderung stabil dan dapat dijual kembali saat dibutuhkan.
Sementara itu, generasi muda dan kaum bapak-bapak kini lebih banyak memilih logam mulia karena dinilai lebih praktis serta memiliki nilai investasi yang lebih murni berdasarkan kadar emasnya.
Perhiasan emas menawarkan manfaat ganda, yakni keindahan sekaligus nilai ekonomi.
Namun demikian, biasanya terdapat biaya tambahan seperti ongkos pembuatan yang perlu diperhatikan. Di sisi lain, logam mulia tidak memiliki biaya tersebut secara signifikan, sehingga lebih mencerminkan harga emas itu sendiri dan pergerakan nilainya di pasar.
Baik perhiasan maupun logam mulia, keduanya tetap menjadi pilihan investasi yang relatif aman.
Emas dikenal tahan terhadap inflasi, mudah dicairkan, serta tidak membutuhkan biaya perawatan yang besar. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu instrumen investasi yang cocok untuk berbagai kalangan.
Masyarakat pun didorong untuk mulai berinvestasi emas sejak dini dengan cara menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin.
Langkah sederhana ini dapat membantu membangun ketahanan finansial keluarga serta menjadi solusi untuk menghadapi kebutuhan di masa depan.
Talkshow ini menjadi salah satu bukti bahwa penguatan literasi keuangan, khususnya bagi perempuan, menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional.
Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, diharapkan kolaborasi antara pelaku usaha dan berbagai sektor dapat terus terjalin, sekaligus membuka ruang edukasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

















