Gatraindonesia.com Jakarta – PT Jegati Gempita Trijaya dan PT Jegati Mihera Trijaya (JGT Group) memperkenalkan berbagai bahan baku inovatif untuk industri kosmetik dan farmasi dalam ajang pameran industri kecantikan di Jakarta, Kamis (8/5/2026). Perusahaan menghadirkan sejumlah produk unggulan yang didatangkan langsung dari India dan China untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah PDRN (Polydeoxyribonucleotide), bahan baku berbasis DNA alami asal India yang saat ini tengah populer di industri kecantikan Korea Selatan karena dikenal memiliki manfaat untuk perawatan anti-aging atau anti-penuaan.
Selain PDRN, JGT Group juga memamerkan berbagai bahan baku untuk produk hair care, skin care, hingga bahan untuk produk penghilang bulu atau TGA.
Perwakilan JGT Group mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan bahan baku berkualitas tinggi dengan harga yang tetap kompetitif di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
“Kami terus mencari bahan baku terbaik yang kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan, namun tetap kompetitif dari sisi harga sehingga bisa membantu kebutuhan industri di Indonesia,” ujar perwakilan perusahaan.
JGT Group sendiri mulai berdiri sejak 2019 dan memperoleh izin operasional resmi pada 2021. Perusahaan membagi fokus bisnisnya ke dalam dua entitas, yakni PT Jegati Gempita Trijaya yang bergerak di sektor farmasi dan PT Jegati Mihera Trijaya yang fokus pada sektor kosmetik, makanan, veteriner, hingga pengemasan.
Saat ini, perusahaan melayani pasar di berbagai wilayah Indonesia dengan model bisnis Business-to-Business (B2B). Pelanggan utama mereka berasal dari pabrik kosmetik, perusahaan maklon, hingga industri farmasi sebagai pengguna akhir bahan baku.
Dalam kesempatan tersebut, JGT Group juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap industri nasional, termasuk menciptakan regulasi yang mampu memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
“Kami berharap industri di Indonesia semakin berkembang, sehingga ke depan tidak hanya bergantung pada impor bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas untuk pasar ekspor,” tutupnya.

















