JAKARTA – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) turut berpartisipasi dalam ajang pameran kosmetik internasional, Indonesian Cosmetics Ingredients (ICI) 2026. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2013 ini memperkenalkan berbagai lini produk unggulan, mulai dari bahan baku kosmetik, perawatan pribadi (personal care), hingga wewangian (fragrance).
Komisaris Utama PT Sinergi Multi Lestarindo, Gunawan, menyatakan bahwa keikutsertaan mereka bertujuan untuk menghubungkan pelanggan di Indonesia dengan pemasok mancanegara. Saat ini, SMLE telah menjalin kerja sama dengan pemasok dari sekitar 17 negara, termasuk dari kawasan Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea, hingga negara-negara di Eropa.
”Kami hadir di sini sebagai distributor khusus bahan baku kimia. Harapannya, pelanggan dapat bertemu langsung dengan para mitra pemasok kami untuk mengeksplorasi bahan-bahan terbaik,” ujar Gunawan saat ditemui di lokasi pameran.
Ekspansi Pasar dan Tantangan Ekonomi
Hingga saat ini, PT Sinergi Multi Lestarindo telah melayani lebih dari 2.000 pelanggan di seluruh Indonesia. Selain sektor kosmetik, perusahaan dengan model bisnis Business-to-Business (B2B) ini juga merambah ke industri bahan baku makanan dan minuman (food ingredients) serta kimia industri (industrial chemicals).
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, Gunawan tidak menampik adanya tantangan ekonomi global, terutama dampak dari situasi konflik internasional. Ia menyebutkan beberapa faktor yang cukup berpengaruh terhadap operasional perusahaan, di antaranya:
Fluktuasi Kurs Mata Uang:
Kenaikan nilai tukar Dolar AS (USD) berdampak langsung pada harga beli bahan baku impor.
Biaya Logistik: Terjadi kenaikan pada biaya ekspedisi (expedition cost).
Rantai Pasok: Gangguan supply chain di daerah konflik memicu kenaikan harga bahan baku tertentu.
Tren Wewangian 2026
Menyinggung soal tren wewangian tahun ini, Gunawan mengungkapkan bahwa aroma bernuansa kayu (woody) dan mawar (rose) masih menjadi primadona di pasar. Produk wewangian asal Tiongkok disebut banyak diminati karena rentang harganya yang sangat kompetitif dan bervariasi, sementara produk asal Eropa tetap memiliki pangsa pasar setia di kelas menengah ke atas.
Melalui pameran ini, SMLE berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi industri manufaktur dalam negeri dengan menyediakan akses terhadap penemuan bahan baku terbaru.
”Harapan kami adalah memberikan bahan baku dan inovasi terbaik bagi pelanggan, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas produksi produk akhir mereka,” tutup Gunawan.

















