banner 728x250

JB Fragrances & Flavours Rebranding di ICI 2026, Bidik Kenaikan Permintaan hingga 30 Persen

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – JB Fragrances & Flavours kembali memperkuat eksistensinya di industri fragrance Tanah Air melalui partisipasi dalam ajang Indonesian Cosmetics Ingredients (ICI) 2026.

Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan rebranding sekaligus memperkenalkan kembali lini produk fragrance yang telah lama dikenal di pasar internasional.

Deddy selaku General Manager FNB & JB Fragrances & Flavours mengatakan, perusahaan membawa produk fragrance dari asal India yang telah memiliki sejarah panjang sejak tahun 1950-an.

“Sebetulnya brand dari India ini sudah berjalan sekitar tujuh dekade sejak tahun 1950. Di Indonesia sendiri kami sudah memegangnya selama kurang lebih 10 tahun di bawah grup Chemco atau Panca Budi Group,” ujar Deddy.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan belum terlalu fokus mengembangkan brand tersebut di Indonesia.

Namun melalui ajang ICI 2026, JB Fragrances & Flavours ingin kembali memperkenalkan brand mereka agar lebih dikenal luas oleh masyarakat dan pelaku industri.

Menurutnya, perkembangan industri parfum di Indonesia saat ini sangat pesat, baik untuk pasar retail maupun parfum inspired dari luar negeri.

Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk kembali masuk dan memperluas pasar.

“Sekarang industri parfum berkembang sangat cepat. Baik retail maupun parfum inspired semuanya tumbuh. Kami ingin masuk lagi ke segmen itu,” katanya.

JB Fragrances & Flavours sendiri menghadirkan beragam kategori fragrance, mulai dari aromaterapi, Eau de Parfum (EDP), dupa, hingga berbagai kebutuhan wewangian lainnya.

Perusahaan juga memiliki ribuan koleksi aroma yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Deddy mengungkapkan, tren parfum di Indonesia saat ini masih didominasi aroma sweet atau manis.

Namun, parfum dengan karakter Timur Tengah juga mulai banyak diminati, meski telah mengalami penyesuaian dengan selera lokal.

“Kalau Indonesia masih lebih banyak suka aroma sweet. Tapi sekarang aroma Timur Tengah juga banyak permintaan.

Hanya saja bukan yang murni Timur Tengah, melainkan sudah ada sentuhan sweet dan spicy yang disesuaikan dengan pasar Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, tren parfum inspired dari brand luar negeri juga masih menjadi favorit konsumen hingga saat ini.

Dalam keikutsertaannya di ICI 2026, perusahaan tidak semata-mata mengejar penjualan, melainkan lebih fokus membangun branding dan memperluas pengenalan merek di pasar nasional.

“Target kami lebih ke branding. Biasanya setelah ikut pameran seperti ini, permintaan bisa naik sekitar 20 sampai 30 persen,” ujarnya.

Selain itu, Deddy berharap penyelenggaraan pameran ke depan dapat lebih tersegmentasi agar memudahkan pengunjung dan pelaku industri dalam mencari kategori produk tertentu.

“Mudah-mudahan ke depan kategorinya bisa lebih tertata, misalnya area khusus EDP, bahan kosmetik, atau packaging. Jadi pengunjung lebih mudah mencari kebutuhan mereka,” tutupnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *