banner 728x250

Dukung Target Pemerintah Kurangi Polusi, PT Esa Maha Karya Tunggal Boyong Mikrobiologi ECOTRU ke INVIROTECH Expo 2026

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Jpnindonesia.com Jakarta – PT Esa Maha Karya Tunggal ambil bagian dalam INVIROTECH Expo 2026 di Jakarta Convention Center/JCC yang berlangsung 11-13 Juni 2026. Momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di booth pameran, perusahaan menampilkan ECOTRU, solusi berbasis mikrobiologi untuk pengendalian pencemaran dan pengurangan sampah.

Eka Lestari Sinaga, Direktur Utama PT Esa Maha Karya Tunggal, menyebut partisipasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap agenda Kementerian Lingkungan Hidup/KLH. Fokusnya pada pemulihan kualitas air di DAS, wilayah pesisir, dan lahan terdegradasi.

“Produk kami sudah diaplikasikan banyak pemda, sektor industri, sampai usaha komersial. ECOTRU dipakai untuk atasi bau dari timbunan sampah sekaligus memperbaiki kualitas air tercemar,” kata Eka Sinaga saat ditemui di JCC, Rabu 11/6/2026.

*Kinerja: Perbaiki Baku Mutu Air hingga Pulihkan Lahan Bekas Tambang*
ECOTRU dirancang menurunkan kadar pencemar utama pada air, antara lain COD, BOD, TSS, amonia, dan total coliform agar memenuhi baku mutu KLH. Aplikasi teknologinya mencakup pengolahan air lindi TPA, efluen pabrik kelapa sawit, rehabilitasi sungai, penanganan limbah HORECA, hingga bioremediasi tanah kritis akibat aktivitas pertambangan.

Menurut Eka, keunggulan ECOTRU terletak pada komposisinya yang 100% organik tanpa campuran bahan kimia. “Justru karena organik dan aman, teknologi ini mendapat dukungan dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk dipakai dalam program pengendalian pencemaran,” ujarnya.

*Dorongan Regulasi untuk Teknologi Ramah Lingkungan*
PT Esa Maha Karya Tunggal berharap pemanfaatan teknologi organik seperti ECOTRU  semakin masif. Eka menilai peran regulasi pemerintah sangat krusial untuk mempercepat adopsi solusi bebas kimia di lapangan.

“Kami ingin teknologi yang ramah lingkungan ini makin digaungkan. Dengan dukungan KLH, publik bisa lebih paham bahwa penanganan pencemaran air tidak harus selalu pakai bahan kimia. Ada opsi yang aman untuk ekosistem,” tutup Eka Lestari Sinaga.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *