Ketua DPD Hanura Jatim Dr.Ir. Sumarzen Marzuki Hadiri Munaslub Srikandi Se-Indonesia, Dorong Perempuan Jadi Aktor Kunci Pembangunan*
Jpnindonesia.com Jakarta, 21 Juni 2026* – Musyawarah Nasional Luar Biasa Srikandi Se-Indonesia resmi digelar di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Sabtu, 21 Juni 2026. Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur Periode 2025-2030, Dr. Ir. Sumarzen Marzuki.,M.MT, turut hadir bersama jajaran pengurus pusat dan perwakilan Srikandi dari 38 provinsi.
Dengan mengusung tema *“Bersama Srikandi Hanura, Kita Bisa Mandiri, Cerdas dan Amanah”*, Munaslub ini menjadi penegasan arah Partai Hanura dalam menempatkan perempuan sebagai kekuatan strategis, baik di ranah politik maupun pembangunan daerah.
Dr. Sumarzen Marzuki dalam pernyataannya menyebut Srikandi Hanura Jawa Timur berkomitmen penuh menjadi motor penggerak lahirnya kader-kader perempuan yang berkualitas dan berdampak.
Terkait tiga pilar tema Munaslub, ia menjabarkan:
– Mandiri : Sumarzen menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan politik bagi perempuan Hanura. “Kalau perempuan Hanura mandiri, khususnya di Jawa Timur, maka suaranya akan punya daya tawar. Tidak lagi dipandang sebelah mata,” ucapnya.
– Cerdas: Menurutnya, kecerdasan Srikandi harus diasah lewat penguatan literasi politik dan penguasaan teknologi. “Kerja-kerja kerakyatan sekarang butuh data. Srikandi harus adaptif dan melek digital,” jelasnya.
– Amanah: Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah hal yang fundamental. “Integritas itu harga mati. Srikandi Hanura wajib hadir membawa solusi nyata, bukan sekadar janji,” tegas Sumarzen.
Munaslub ini juga menjadi forum konsolidasi nasional untuk memperkuat struktur organisasi, merumuskan peta jalan pemberdayaan perempuan, hingga mematangkan strategi pemenangan Partai Hanura ke depan.
Sebagai tindak lanjut, Dr. Sumarzen Marzuki memastikan DPD Hanura Jatim akan segera mengimplementasikan hasil Munaslub melalui program-program terukur. “Target kami jelas: melahirkan lebih banyak Srikandi yang militan dan siap tempur di Jawa Timur. Bagi Hanura, perempuan adalah pilar, bukan sekadar pelengkap,” pungkasnya.

















