banner 728x250

Membanggakan! Delegasi Fakultas Hukum USU Juara II Lomba Nasional Peran APBN-APBD Bangun Daerah 2026

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Gatraindonesia.com Jakarta, 22 Oktober 2026- Alumni FEB USU Iwan Butarbutar (Stb 1990) dan Paula Simatupang (Stb 1991) support mahasiswa dari Fakultas Hukum USU Stambuk 2024 yang bernama SALSABILA USMALUFTHI (KETUA DELEGASI), TONAR DANIEL SIMARMATA, dan EXCEL RISMANSYAH SEMBIRING sehingga berhasil meraih *Juara Kedua* Lomba Adu Gagasan tentang Peran APBN-APBD Bangun Daerah yang diselenggarakan DJPK Kementerian Keuangan di Jakarta tanggal 22 Oktober 2026. Selain itu, TONAR DANIEL SIMARMATA juga meraih penghargaan *Most Outstanding* tingkat mahasiswa.

Berkat semangat dan kegigihan, mereka akhirnya berhasil raih juara yang otomatis membanggakan alumni maupun para Civitas Academika Kampus USU yang berada di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Sebagaimana dilansir dari pers release panitia pelaksananya :
4.979 Anak Muda Adu Gagasan Bangun Daerah melalui Lomba Peran APBN dan APBD Bangun Daerah Tahun 2026

Jakarta, 22 Oktober 2026

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman menutup Final Lomba
Peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2026 di Jakarta, Kamis (22/10). Kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan ini mempertemukan 12 tim finalis dari kategori pelajar dan mahasiswa untuk mengasah pemahaman, kepedulian, serta gagasan generasi muda mengenai peran APBN dan APBD dalam pembangunan daerah.

 

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti melaporkan, sejak pendaftaran dibuka pada 1 Juli 2026, kompetisi ini diikuti 4.979 peserta yang tergabung dalam 1.295 tim, terdiri atas 1.094 tim pelajar dan 201 tim mahasiswa.

Para peserta berasal dari 37 provinsi serta Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.
Setelah melalui babak penyisihan dan semifinal, terpilih enam tim pelajar dan enam tim mahasiswa untuk mengikuti babak final.

Pada babak final, kategori pelajar berkompetisi melalui cerdas cermat dan karya videografis, sedangkan kategori mahasiswa melalui presentasi policy brief dan debat. Tim Counting Sheep dari MAN Insan Cendekia Batam berhasil
meraih juara pertama kategori pelajar, sementara Tim Serius Gasih dari Universitas Airlangga meraih juara pertama kategori mahasiswa.

Dalam sambutannya, Wamenkeu menekankan pentingnya memastikan anggaran negara dan daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan, pengangguran,
hingga kesenjangan kualitas layanan publik dan pembangunan antarwilayah, membutuhkan pengelolaan anggaran
yang efektif dan berorientasi pada hasil. “Bukan hanya terserap, tapi juga ada bentuknya dan berdampak,” ujar Wamenkeu.

Melalui desentralisasi fiskal dan Transfer ke Daerah, pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta berbagai program pembangunan. Upaya tersebut memerlukan pengelolaan APBN dan APBD yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Wamenkeu juga mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda, sementara kebutuhan pembangunan kerap melampaui ketersediaan anggaran. Oleh karena itu, kemampuan
menentukan prioritas menjadi bagian penting dalam pengambilan kebijakan fiskal. “Ekonomi adalah about making choices: memahami trade-off, lalu memilih, dan merelakan yang tidak kita pilih,” ujarnya.

Mengusung tagline “Innovate Your Region, Elevate Your Nation”, penyelenggaraan lomba tahun ini menghadirkan tiga penguatan, yaitu pembukaan kategori mahasiswa S1/D4, perluasan topik hingga mencakup pendapatan
daerah dan pembiayaan kreatif, serta penyelenggaraan babak final secara luring penuh untuk mendorong interaksi
dan jejaring antarpeserta.

“Kami berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang memahami kebijakan fiskal, berpikir kritis, dan mampu menawarkan gagasan serta solusi bagi pembangunan
daerah,” kata Nufransa.

Wamenkeu turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani mengambil bagian dalam kompetisi ini. Menurutnya, keberanian untuk mendaftar, mengembangkan ide, dan mengikuti proses kompetisi
merupakan pencapaian yang patut dihargai. “Kalau belum dapat piala, itu cuma soal waktu,” tuturnya.

Ke depan, DJPK berharap kolaborasi dengan berbagai unit Kementerian Keuangan, antara lain Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Badan Teknologi, Informasi dan Intelijen Keuangan, serta unit vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah, bersama mitra UNICEF, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), dan PT Penjaminan
Infrastruktur Indonesia (Persero), terus berlanjut untuk memperluas literasi fiskal dan kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Wamenkeu menyampaikan harapan agar para peserta kelak dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan dan kepemimpinan publik. “Saya doakan ada yang jadi gubernur, anggota DPR, anggota DPRD, ada yang jadi wali kota. Kita kawal bersama APBN dan APBD,” ucapnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *