JAKARTA – Kolaborasi untuk aksi kemanusiaan menjadi pesan utama Lions Club Internasional dalam peringatan United Nations Day (UN Day) yang digelar bersama Kementerian Luar Negeri RI.
Kehadiran Lions Club Distrik 307 A1 dan Distrik 307 B1 dalam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas dampak sosial di masyarakat.
Perwakilan Lions Club Internasional Distrik 307 A1, Solida Fitri Ramli, menyampaikan bahwa organisasinya konsisten bergerak di bidang kemanusiaan dengan delapan fokus pengabdian.
“Delapan pilar itu meliputi isu kelaparan, lingkungan hidup, diabetes, kanker pada anak, pemberdayaan generasi muda, kebencanaan, dan kesehatan mata. Semua dijalankan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ujar Solida Fitri di sela acara, Selasa (27/10).
Menurutnya, keterlibatan Lions Club di peringatan UN Day bukan hal baru. Namun momentum tahun ini dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Secara global, Lions Club memiliki jaringan sekitar 1,5 juta relawan di lebih dari 200 negara. Di Indonesia sendiri, anggotanya mencapai sekitar 16.000 orang yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Soliditas jaringan itu, kata dia, menjadi kekuatan utama saat merespons situasi darurat. Koordinasi lintas negara kerap dilakukan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Ketika terjadi kebakaran hutan di Los Angeles, gempa di Turki, maupun bencana alam di berbagai daerah di Indonesia, kami saling terhubung untuk menggerakkan bantuan. Prinsipnya saling bantu tanpa batas wilayah,” jelasnya.
Ke depan, Lions Club berharap peringatan UN Day tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi menjadi pintu masuk bagi keterlibatan publik yang lebih besar.
Di tengah tantangan ekonomi global, partisipasi masyarakat sebagai relawan maupun dukungan donasi dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan program-program kemanusiaan, terutama bagi kelompok rentan di Indonesia.

















