Gatraindonesia.com Jakarta, 23 September 2026* – PT Shinka Intl Pratama, produsen fastener atau pengikat 100% lokal asal Cikupa, Tangerang, menegaskan komitmennya di industri furnitur nasional dengan kembali hadir di IFMAC & WOODMAC 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 23-26 September 2026.
Perusahaan yang awalnya fokus sebagai pemasok komponen otomotif untuk brand-brand besar Jepang ini, kini telah 7 tahun merambah industri furnitur dan melihat potensi besar di sektor tersebut.
“Produk kita lokal semua, pabrik di Cikupa Tangerang. Produknya fastener atau pengikat. Awalnya kita fokus di otomotif, yang memerlukan kualitas sangat tinggi. Karena kita capable di sana, akhirnya kita coba cari peluang di bisnis furniture yang dalam satu dekade terakhir ini lagi maju-majunya,” ujar Elly Yulianty, Branch Manager PT Shinka Intl Pratama di JIExpo Kemayoran, Selasa (23/9).
Konsistensi menjadi kunci. Shinka telah rutin mengikuti IFMAC sejak 2010 hingga 2016, dan kembali aktif pasca pandemi karena melihat peluang yang terus bertumbuh.
Untuk penetrasi pasar, Shinka sudah meng-cover hampir 80% industri furnitur di Jawa Timur, baik yang berorientasi pasar lokal maupun ekspor. Perusahaan juga telah hadir di Semarang dan Jepara, dan ke depan menargetkan Cirebon serta pasar ekspor.
“Kita percaya produk Indonesia tidak kalah dengan buatan China. Ke depannya kita tidak hanya main lokal, kita juga mau merambah pasar ekspor, terutama kita tembak dulu Vietnam,” tegas Elly.
Menanggapi tren penggunaan lem kayu sebagai pengganti sekrup, Elly memberikan analogi yang tegas. Menurutnya lem hanya mengikat di permukaan, sementara fastener mengikat hingga ke dalam.
“Kalau lem itu seperti di Pramuka, dia hanya di permukaan, tidak sampai ke dalam. Kalau tidak butuh konstruksi, seperti pasang kaki meja, bisa pakai lem. Tapi kalau bicara konstruksi yang butuh kekuatan, mau tidak mau harus ada fastener, karena dia mengikat sampai ke dalam dagingnya. Bisa ditambah lem agar lebih kuat, tapi konstruksi tetap harus ada pengikat,” jelasnya.
Shinka menawarkan fleksibilitas untuk semua segmen, dari UMKM toko interior hingga pabrik besar berorientasi ekspor, dengan standar quality control yang berbeda di setiap segmen. Dari sisi material, Shinka memiliki dua pilihan: carbon steel dan stainless steel.
“Untuk otomotif kita material dari Jepang, untuk yang steel kita dari Korea. Untuk stainless steel, kita satu-satunya di Indonesia yang main di segmen ini dengan standar tinggi. Bahan bakunya sudah dalam bentuk setengah jadi, tidak perlu proses pemurnian lagi, langsung masuk mesin,” ungkapnya.
Shinka juga telah lolos TKDN dan mengantongi sertifikasi untuk pasar otomotif dan industri.
“Setiap hari pasti ada kiriman, mobil keluar terus. Memang tahun ini bisnis tidak baik-baik saja, tapi kita bakar duit untuk bangun ekosistem. Ini produk Indonesia, karyawan lokal semua. Saya selalu bilang ke customer, ini produk Indonesia, bukan produk China. Impian saya, produk lokal Indonesia bisa punya kapasitas quality internasional,” tutup Elly.
PT Shinka Intl Pratama dapat ditemui di ajang IFMAC & WOODMAC 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, hingga 26 September 2026.

















