gatraindonesia.com – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil Sumatera Selatan, Jawel Husin, menilai dialog antara para mitra dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjadi langkah awal untuk memulihkan kepercayaan para pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Jawel, yang juga merupakan mantan pengajar SPPG serta pegiat kuliner Nusantara, pertemuan tersebut menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan komunikasi yang selama ini dirasakan para mitra.
“Bagi saya, beliau ibarat segelas air di tengah dahaga. Setelah sekian lama kepercayaan itu mengering, akhirnya ada ruang dialog yang membuat kami merasa didengar,” kata Jawel di Jakarta, Kamis (23/7).
Jawel mengatakan para mitra sejak awal terlibat dalam pembangunan dapur SPPI karena percaya bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi negara untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Atas dasar itu, kata dia, para mitra bersedia mengeluarkan modal pribadi, membangun dapur sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, melengkapi seluruh peralatan operasional, hingga memenuhi berbagai persyaratan teknis.
Namun, situasi berubah ketika pelaksanaan program menghadapi berbagai persoalan.
“Dulu kami disebut pahlawan Merah Putih karena membantu menjalankan program negara. Tetapi ketika persoalan muncul, kami justru merasa diposisikan seolah-olah sebagai pihak yang bersalah. Itu yang paling menyakitkan,” ujarnya.
Meski demikian, Jawel mengaku memperoleh kesan positif dari pertemuan dengan Sudaryono. Menurutnya, Kepala BGN yang baru tidak menyampaikan janji-janji besar, melainkan menegaskan komitmen untuk menjalankan arahan Presiden agar masyarakat tidak dirugikan.
“Beliau mengatakan satu hal yang menurut saya sangat penting, yaitu perintah Presiden bahwa rakyat tidak boleh dirugikan. Saya melihat beliau ingin menyelesaikan persoalan dengan mendengar terlebih dahulu,” katanya.
Jawel menilai kepemimpinan yang terbuka terhadap dialog menjadi modal penting untuk memperbaiki hubungan antara pemerintah dan para mitra yang selama ini menjalankan program di lapangan.
Meski menyambut positif hasil pertemuan tersebut, ia mengingatkan bahwa kepercayaan hanya dapat dipulihkan melalui penyelesaian yang nyata.
“Dialog adalah awal yang baik, tetapi yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Ketika solusi mulai diwujudkan, kepercayaan akan tumbuh kembali. Saya berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan karena manfaatnya sangat besar, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil sekaligus bagi ekonomi masyarakat setempat,” kata Jawel.

















