banner 728x250

Hartono Tanuwidjaja: Perpecahan Degradasi Kualitas Advokat, Munaslub Rekonsiliasi Jadi Solusi

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Gatraindonesia.com Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) saat ini tengah melakukan rekonsiliasi untuk kembali bersatu menjadi satu kekuatan yang utuh. Proses penyatuan ini menjadi fokus utama dalam Munaslub Bersama Rekonsiliasi AAI yang diselenggarakan di Hotel Peninsula, Cengkeh Ballroom, 3 Juli 2026.

Hartono Tanuwidjaja: Perpecahan Turunkan Kualitas Advokat
Hartono Tanuwidjaja, selaku Dewan Penasehat AAI, menegaskan bahwa persatuan advokat adalah hal yang mendesak. Menurutnya, kondisi advokat yang tercerai-berai menjadi banyak organisasi atau “partikel” justru mendegradasi kualitas profesi secara keseluruhan.

“Ini momentum sejarah yang bagus. AAI sudah cukup tua, dan kita harapkan pijakan ke depan ini menjadikan persatuan sebagai hal yang penting. Fakta tercerai-berai itu secara tidak langsung sudah mendegradasi kualitas advokat. Dengan adanya persatuan, kita bisa meningkatkan kualitas ke depan,” tegas Hartono Tanuwidjaja.

Ia menambahkan, tantangan hukum ke depan akan semakin beragam dan luas, sehingga advokat memerlukan konsistensi serta kualitas yang mumpuni. “Kalau kita berada di organisasi yang asal-asalan, tidak punya dasar pondasi keilmuan hukum, itu akan memperburuk citra advokat,” ujarnya.

Pilih Ketum Baru, Bukan Pecah Lagi
Hartono menjelaskan, Munaslub rekonsiliasi ini bukan untuk mempertahankan Ketua Umum yang sudah ada. Forum ini akan memilih Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal yang baru untuk membawa AAI menjadi gerbong persatuan advokat yang profesional dan berkualitas.

Dua nama calon yang muncul adalah Prof. Dr. Jamin Ginting dan Ruth Maria Simamora, SH.,MKn.

“Siapapun yang terpilih nanti, ini bukan soal menang kalah. Ini kesepakatan bersama untuk memajukan AAI ke depan. Mudah-mudahan keduanya bisa berkolaborasi,” kata Hartono.

Ia juga menyebut momen rekonsiliasi ini sebagai peristiwa langka. “Organisasi lain perpecahannya terus membesar. Sementara kita, yang pecah ini bersatu. Ini peristiwa yang bagus, menyatukan yang terpecah.”

Munaslub ini diharapkan menjadi titik balik AAI untuk bergerak bersama, menjaga marwah profesi, dan mewujudkan advokat yang profesional, berkualitas, serta memiliki standar keilmuan yang kuat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *