gatraindonesia.com – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Gizi Indonesia Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (APGI 3T), Herwil Junaidi Harefa, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat kepada Sudaryono atas amanah yang diberikan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Herwil berharap pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola kelembagaan serta mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah 3T.
Menurut Herwil, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang akan menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kepastian kebijakan, konsistensi regulasi, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Amanah ini membawa harapan besar bagi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Kami percaya kepemimpinan yang kuat, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat akan semakin memperkuat BGN sebagai institusi yang mampu menghadirkan pelayanan gizi secara merata hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Herwil.
Sebagai organisasi yang menghimpun pelaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah 3T, APGI 3T selama ini aktif menyampaikan berbagai masukan kepada pemerintah, termasuk melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI. Berbagai aspirasi tersebut berangkat dari pengalaman langsung para pelaksana di lapangan yang masih menghadapi tantangan dalam operasionalisasi SPPG.
Herwil menjelaskan bahwa banyak fasilitas SPPG di wilayah 3T telah dipersiapkan dengan investasi yang besar serta komitmen yang kuat dari para pelaku. Namun, sebagian di antaranya masih menunggu kepastian operasional akibat proses implementasi yang terus berkembang.
“Kami berharap kepemimpinan baru dapat menghadirkan kepastian regulasi, memperkuat komunikasi dengan seluruh pelaksana, serta memastikan setiap kebijakan dapat diterapkan secara konsisten. Kepastian merupakan fondasi utama agar seluruh ekosistem Program MBG dapat bergerak bersama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain menyampaikan harapan kepada Kepala BGN yang baru, Herwil juga memberikan apresiasi kepada Nanik S. Deyang atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas di Badan Gizi Nasional.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Ibu Nanik S. Deyang atas kontribusinya dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” katanya.
Herwil menegaskan bahwa APGI 3T berkomitmen menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, tujuan utama program bukan hanya membangun dapur atau infrastruktur pelayanan gizi, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak Indonesia.
“Keberhasilan Program MBG diukur dari manfaat yang diterima masyarakat. Ketika setiap ompreng makanan bergizi dapat sampai kepada anak-anak secara tepat waktu, berkualitas, aman, dan berkelanjutan, maka cita-cita membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul akan semakin nyata. Itulah harapan yang kami titipkan kepada kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru,” tutup Herwil.
APGI 3T optimistis pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional akan menjadi awal penguatan kelembagaan, percepatan penyelesaian berbagai tantangan implementasi di lapangan, serta mendorong operasional SPPG di wilayah 3T agar Program Makan Bergizi Gratis dapat terlaksana secara efektif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

















