Gatraindonesia.com Jakarta, 14 Juni 2026 – Penulis muda Adeste Adipriyanti berhasil meraih juara pertama dalam ajang Hadiah Sastra untuk Pemula “Rasa” #5 Tahun 2026 yang diumumkan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (14/6/2026). Kemenangan tersebut diraih melalui novel berjudul Katri, sebuah karya yang terinspirasi dari kisah nyata korban tragedi politik 1965.

Dalam wawancara usai pengumuman pemenang, Adeste mengungkapkan bahwa ide penulisan Katri lahir dari perjumpaannya dengan seorang perempuan bernama Katri, yang mengalami langsung dampak pergolakan politik tahun 1965.
“Katri lahir dari kisah nyata.
Katri adalah nama asli seorang perempuan yang pada tahun 1965, saat berusia 18 tahun dan sedang hamil tujuh bulan, ditembak tentara karena mereka mencari suaminya yang tidak ditemukan. Kisah ini sangat dekat dengan keluarga saya, karena kakek saya juga merupakan korban dari geger politik 1965,” ujarnya.
Adeste menuturkan bahwa ketertarikannya terhadap kisah Katri bermula dari rasa ingin tahu semata.
Sekitar sebelas tahun lalu, ia berkenalan dengan Katri dan mulai sering mengunjungi kediamannya di Klaten, Jawa Tengah. Dari berbagai percakapan yang terjalin, ia menemukan sebuah kisah kemanusiaan yang menurutnya sangat kuat dan layak untuk diabadikan dalam sebuah karya sastra.
“Saya merasa Ibu Katri memiliki cerita yang luar biasa, tetapi belum pernah dituliskan.
Awalnya hanya karena rasa ingin tahu, namun semakin banyak mendengar kisah hidupnya, saya merasa ada dorongan untuk menuliskannya,” katanya.
Menurut Adeste, hal yang membuat sosok Katri menarik adalah karena ia bukan tokoh besar atau figur publik.
Katri hanyalah perempuan biasa yang masa mudanya direnggut oleh situasi politik yang terjadi saat itu.
Setelah ditahan selama sebelas tahun dan berpindah-pindah tempat penahanan, Katri kemudian menjalani status tahanan rumah dalam waktu yang panjang.
“Banyak cerita tentang 1965 yang sudah ditulis, tetapi Katri bukan istri tokoh besar atau orang penting.
Ia hanya perempuan biasa yang kehilangan masa mudanya akibat peristiwa tersebut. Justru di situlah letak kekuatan ceritanya,” ungkap Adeste.
Ia juga menegaskan bahwa Katri bukanlah sebuah memoar. Sejak awal, ia memilih mengemas pengalaman hidup Katri dalam bentuk novel agar dapat menjangkau pembaca lebih luas sekaligus menghadirkan pengalaman emosional yang lebih mendalam.
Penghargaan Hadiah Sastra untuk Pemula “Rasa” #5 Tahun 2026 menjadi pengakuan atas keberhasilan Adeste mengangkat sejarah dan kemanusiaan melalui karya sastra yang menyentuh.
Novel Katri dinilai menghadirkan perspektif personal mengenai tragedi 1965 melalui sudut pandang seorang perempuan biasa yang selama ini jarang mendapat ruang dalam narasi sejarah Indonesia.
Ajang Hadiah Sastra untuk Pemula “Rasa” sendiri merupakan wadah apresiasi bagi penulis-penulis muda Indonesia yang menghadirkan karya-karya berkualitas dan memiliki nilai sastra serta kemanusiaan yang kuat.











