gatraindonesia.com – Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menjadi rumah bersama bagi seluruh umat beragama di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang juga dihadiri para Ketua Umum aras gereja nasional.Jakarta 19 Juli 2026
Dalam kesempatan tersebut, Gugun Gumilar menyampaikan bahwa pembangunan peradaban hanya dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi. Ia mengutip pemikiran Ibnu Khaldun yang menyebut bahwa peradaban merupakan tujuan masyarakat manusia dan hanya dapat dicapai melalui kerja sama.
Menurut Gugun, kehadirannya dalam peringatan HUT PGLII merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama RI untuk terus mengayomi seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
> “Kami di Kementerian Agama berkomitmen untuk selalu hadir bagi seluruh umat beragama. Kemenag harus menjadi institusi yang inklusif, berkeadaban, serta memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh elemen bangsa tanpa sekat-sekat perbedaan,”** tegas Gugun Gumilar.
Ia menambahkan, kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan nasional. Karena itu, kolaborasi lintas iman harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan berkemajuan.
Gugun mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya organisasi-organisasi keagamaan, untuk terus memperkuat semangat pelayanan, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
> **”Bersama-sama kita merawat kerukunan, memperkuat kolaborasi lintas iman, dan membangun Indonesia yang semakin maju, damai, serta berperadaban,”ujarnya.
Pada momentum HUT ke-55 tersebut, Gugun juga menyampaikan apresiasi kepada PGLII atas kontribusinya dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.
Ia berharap PGLII terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan nilai-nilai kasih, perdamaian, serta pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-55 PGLII menjadi momentum penting untuk memperkokoh sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam merawat kerukunan, memperluas ruang dialog lintas iman, serta membangun kehidupan berbangsa yang inklusif, toleran, dan berlandaskan semangat kebersamaan.

















