Gatraindonesia.com Jakarta, 13 Agustus 2026* – PT Napindo Media Ashatama (Napindo) menggelar Indo Water 2026 Expo & Forum bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa (11-13/08/2026).
Pameran berskala internasional ini menjadi wadah pertemuan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan mitra global. Tahun ini area seluas 20.000 m2 dipadati lebih dari 700 peserta pameran dari 23 negara.
Salah satu yang mencuri perhatian pengunjung adalah PT Bioseptic Waterindo Abadi. Presiden Director PT Bioseptic Waterindo Abadi, Penny Enuch, hadir langsung memamerkan teknologi pengolahan air bersih terbaru.
Di boothnya, Bioseptic menampilkan 2 produk unggulan: *Filter “Dynasand Filter” merupakan sistem filter air dengan teknologi backwash otomatis.
“Spesialisasi kami di pengolahan air bersih. Filter “Dynasand Filter”, ini sudah digunakan oleh banyak developer besar yang concern dengan kualitas air. Contohnya Lippo Group di Cikarang, BSD City, Pakuwon Indah Surabaya, Citraland, Krakatau Steel, sampai PDAM,” kata Penny Enuch.
Produk ini merupakan kolaborasi teknologi Swedia dan Indonesia. Media filternya menggunakan teknologi dari Swedia, sementara tabung/tangki filter diproduksi di dalam negeri.
Keunggulan utama yang ditawarkan adalah proses pencucian media filter dapat dilakukan tanpa menghentikan produksi.
“Kalau filter konvensional, saat mau cuci pasir harus stop dulu. Kalau punya kami, sambil jalan produksi, pasirnya tetap dicuci terus. Jadi airnya selalu bersih dan tidak ada downtime. Ini yang membuat efisiensi operasional jadi lebih tinggi dan biaya pengolahan air bisa ditekan,” jelas Penny.
Selama 3 hari pameran, animo pengunjung cukup tinggi. Rata-rata lebih dari 100 orang per hari mendatangi booth Bioseptic. Total ada sekitar 400-500 pengunjung yang khusus berkonsultasi mengenai sistem filter.
“Harapan kami lewat Indo Water 2026, teknologi pengolahan air yang lebih efisien ini bisa diadopsi lebih luas. Kalau prosesnya efisien, otomatis harga jual air ke masyarakat juga bisa lebih terjangkau,” tutup Penny Enuch.

















