Gatraindonesia.com Jakarta- Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialisme (PERISAI) menggelar konferensi pers dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Reformasi 2026 yang menandai kejatuhan rezim Orde Baru.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, di Sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan, Jl. Pancoran Buntu 2 No. 1, Jakarta Selatan.
Forum bertema *“Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran”* ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai elemen organisasi mahasiswa dan akademisi.
Narasumber yang hadir antara lain Juru Bicara PERISAI Dendy Sai, Akademisi STF Driyarkara Fery Kurniawan, dan Sekjen Front Mahasiswa Nasional Ridman. Acara dipandu oleh Garnel dari GMNI Jakarta Selatan selaku moderator.
Dalam konferensi pers tersebut, PERISAI menyuarakan sejumlah tuntutan politik dan ekonomi terkait isu nasional maupun internasional. Poin utama yang disampaikan meliputi:
1. *Penolakan terhadap imperialisme* dalam bentuk perang dan penguasaan negara berdaulat untuk kepentingan pasar dan sumber daya alam.
2. *Penolakan kebijakan ART* yang dinilai menggadaikan kedaulatan sektor kelautan kepada kepentingan asing.
3. *Penolakan militerisme* dan keterlibatan aparat dalam ranah sipil, pendidikan, serta monopoli tanah dan usaha.
4. *Desakan kepada DPR RI* untuk menggunakan hak interpelasi agar Presiden membatalkan kesepakatan dagang yang dianggap merugikan rakyat.
5. *Sorotan terhadap kondisi ekonomi nasional*, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah yang dinilai memperparah krisis bagi masyarakat.
6. *Seruan penghentian tindakan represif* terhadap kegiatan diskusi, nonton bareng, dan aktivitas demokratis lainnya.
7. *Dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina* serta penolakan terhadap perang dan pendudukan oleh negara-negara imperialis.
Konferensi pers ini dihadiri sejumlah media nasional, elemen mahasiswa, organisasi rakyat, dan aktivis anti-imperialisme.

















