Gatraindonesia.com Jakarta- Wacana penerapan _electronic voting_ atau e-voting terus bergulir seiring perkembangan teknologi. Namun Alia Laksono, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar menegaskan, modernisasi pemilu digital tidak bisa dipisahkan dari kesiapan infrastruktur dan kondisi riil masyarakat.
Hal itu disampaikan Alia Laksono saat menjadi narasumber dalam Pengajian Ideologi Kebangsaan IV (PIK-IV) yang digelar DPD Partai Golkar DKI Jakarta, dengan tema “Pancasila dan Demokrasi di Era Digital: Menimbang Model Pemilu E-Voting”.
Acara bergengsi ini juga menghadirkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Umum DPP Idris Marham, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia, serta Pengamat Politik Adi Prayitno.
Tantangannya cukup banyak. Dasarnya adalah infrastruktur internet yang memang belum merata di seluruh Indonesia,” tegas Alia Laksono.
Alia Laksono, menyoroti bahwa ketimpangan digital bahkan masih terjadi di Jakarta Timur, wilayah ibu kota. Ia menemukan masih banyak keluarga yang hanya memiliki satu telepon genggam untuk dipakai bersama. Penggunaan smartphone pun masih terbatas pada aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan smartphone secara optimal. Penggunaan perangkat digital masih sebatas untuk kebutuhan dasar,” jelas Alia Laksono*.
Menurut Alia Laksono, tantangan e-voting bukan hanya soal jaringan internet. Pemerataan kepemilikan gadget seperti smartphone, tablet, laptop, serta peningkatan literasi digital masyarakat adalah pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan lebih dulu.
Alia Laksono menilai e-voting adalah _long-term investment_. Mungkin bukan untuk Pemilu 2029, tapi persiapannya harus dicicil dari sekarang. Mulai dari pengesahan kerangka aturan, kajian mendalam, edukasi, hingga uji coba di sekolah.
Modernisasi demokrasi harus memastikan seluruh masyarakat punya kesempatan sama untuk berpartisipasi. Jangan sampai teknologi justru menciptakan kesenjangan baru dalam demokrasi kita,” pungkas Alia Laksono.

















