Gatraindonesia.com BSD, 27 Agustus 2026* – Kabupaten Pati, Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam ajang Apkasi Otonomi Expo 2026 yang digelar di ICE BSD, 27-29 Agustus 2026. Kehadiran Pati kali ini difokuskan untuk mempromosikan produk-produk unggulan UMKM daerah.
*Bisma Susila Utama, Kepala Bidang Promosi Ekspor Impor Disdagperin Kabupaten Pati*, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Pati untuk mendukung peningkatan UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.
“Pati menampilkan andalan kami, yaitu batik-batik. Ada *batik tulis Bakaran* yang jadi pusat perhatian. Selain itu ada juga produk *jeruk pamelo dari Gembong*, lengkap dengan kerajinan lampu-lampu khas Pati,” ujar Bisma di lokasi pameran.
Menurutnya, beberapa produk Pati sudah mulai dilirik pasar internasional, meski belum semua bisa berjalan maksimal. Terutama untuk produk kerajinan yang masih butuh pembinaan lebih lanjut.
“Kami terus berupaya agar para pelaku usaha bisa mengikuti ajang ekspor nasional yang rencananya digelar bulan Oktober mendatang. Tujuannya agar produk Pati bisa benar-benar masuk pasar ekspor,” tambahnya.
Bisma menjelaskan, Disdagperin Pati memiliki program pembinaan UMKM binaan dengan nama *“Pragolo Pati”*. Melalui program ini, pemerintah daerah membantu pelatihan, pemasaran, hingga promosi penjualan agar UMKM semakin meningkat.
“Kehadiran kami di sini sebagai kepanjangan tangan dari Bapak Bupati. Harapannya UMKM Pati bisa semakin meningkat, dikenal luas, dan mampu menembus pasar yang lebih besar,” pungkasnya.
Produk yang dipamerkan di stan Pati dibanderol bervariasi. Untuk batik standar dipatok mulai Rp250.000, sementara untuk batik dengan motif dan kerumitan tinggi bisa mencapai Rp400.000 – Rp500.000.
Dengan keikutsertaan di Apkasi Otonomi Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dapat memperluas jejaring, meningkatkan penjualan, dan mendorong produk lokal menuju pasar ekspor.
—

















