Gatraindonesia.com BSD, 27 Agustus 2026* – *Frans, Kepala Dinas Kabupaten Asmat, Papua Selatan* hadir dalam *Apkasi Otonomi Expo 2026* di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, 27-29 Agustus 2026.
Dalam pameran nasional tersebut, Kabupaten Asmat memperkenalkan berbagai potensi investasi dan produk unggulan daerah, khususnya di bidang ketahanan pangan, perkebunan, dan perikanan.
“Yang melakukan promosi ini bukan hanya DPMPTSP. Dinas teknis yang langsung berhadapan dengan masyarakat seperti Dinas Pariwisata juga ikut. Kami di PTSP bertugas mengkoordinir, sementara dinas teknis dan kelompok masyarakat langsung turun,” ujar Frans.
Frans menyampaikan bahwa di Asmat, pengembangan UMKM banyak dilakukan dalam bentuk kelompok. Pemerintah memberikan bantuan modal usaha melalui *Dana Otonomi Khusus* yang diutamakan untuk Orang Asli Papua (OAP) dan disalurkan melalui bank.
Di sektor ketahanan pangan, Kabupaten Asmat fokus pada 4 pilar: ketersediaan, kerawanan, distribusi, dan keamanan pangan. Komoditas unggulan antara lain *beras, sagu, pisang, dan sayur lokal “Sayur Lilin”* yang dalam bahasa umum disebut sayur telur ikan.
“Selain itu ada kelapa dengan varietas unggul nasional dari Kementerian. Ada juga kakao. Jadi produk pertanian dan perkebunan ini yang kami kembangkan,” jelas Frans.
Untuk sektor perikanan, Asmat memiliki potensi *ikan Cardinalfish* dengan nama latin _cardinalfish_. Saat ini pemasarannya masih di tingkat lokal dan nasional. Frans berharap melalui pameran ini bisa muncul inovasi untuk mengembangkan produk turunan, tidak hanya produk utama.
“Contohnya Sayur Lilin selama ini hanya jadi sayur. Belum ada produk olahan lain. Ke depan perlu ada ekstensifikasi agar bisa jadi produk pangan olahan,” tambahnya.
Frans juga menyoroti tantangan infrastruktur di Asmat. Transportasi masih didominasi jalur udara karena jalan belum tembus dan kondisi geografis yang terdiri dari pantai dan pegunungan. Meski begitu, Pemkab Asmat terus berupaya membangun konektivitas agar produk lokal bisa lebih mudah dipasarkan.
“Harapan kami melalui Apkasi ini bisa saling sharing dengan kabupaten lain. Siapa tahu ada yang bisa membantu mengolah produk kami menjadi produk nasional ke depan,” pungkas Frans.
—

















