banner 728x250

Dorong Pendidikan Islam Go Global, KOPIN Siap Wujudkan Transformasi Berstandar Internasional

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Gatraindonesia.com JAKARTA — Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi lembaga pendidikan Islam di Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum KOPIN, Dr. Dr. Ali Saman Hasan, di sela-sela gelaran Edunation Fest 2026.

Didirikan sejak September 2024, KOPIN hadir sebagai wadah strategis bagi sekolah dan perguruan tinggi Islam di Indonesia yang telah meraih akreditasi A untuk bertransformasi menjadi lembaga berstandar internasional.

“KOPIN menjadi wadah kolaborasi. Sekolah-sekolah yang sudah terakreditasi A kami dorong untuk naik kelas melalui kerja sama dengan lembaga internasional seperti Cambridge, IB (International Baccalaureate), hingga program benchmarking dan kunjungan kerja ke negara-negara maju seperti China, negara-negara Eropa, dan Arab Saudi,” ujar Dr. Ali Saman Hasan.

Saat ini KOPIN telah memiliki 76 lembaga sebagai anggota resmi dan tengah memproses lebih dari 200 lembaga lainnya. Bagi lembaga yang belum mengantongi akreditasi A, KOPIN turut memberikan pendampingan agar kualitas nasionalnya meningkat terlebih dahulu sebagai syarat dasar menuju taraf internasional.

​Selain menyasar pendidikan dasar dan menengah, konsorsium ini juga menggerakkan sektor pendidikan tinggi agar tenaga pendidik (dosen) dan mahasiswa memiliki kesiapan menjadi pendidik berwawasan global.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah melalui Kemendikdasmen, Kemenristekdikti, dan Kementerian Agama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

*Siapkan Pameran Pendidikan Internasional 2027*

Sebagai agenda jangka panjang, KOPIN mengumumkan rencana penyelenggaraan pameran pendidikan berskala besar pada 21–22 Agustus 2027. Pameran ini akan melibatkan kolaborasi antarnegara, termasuk Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura.

​”Kami ingin mengembalikan kejayaan pendidikan Indonesia.
Jika dahulu negara tetangga belajar dari kita, kini saatnya kita bangkit dan membuktikan bahwa pendidikan Islam Indonesia—mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi—mampu mendunia dan bekerja sama dengan lembaga global,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *