Gatraindonesia.com Jakarta Utara, 28 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, komunitas Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam grup “Alumni USU Happy” menggelar bakti sosial bertema “Berbagi Kasih, Berbagi Bahagia” di Panti Asuhan Hati Bangsa, Pejagalan, Jakarta Utara, pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini tidak hanya berupa penyerahan bantuan materi, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anak panti serta mempererat tali persaudaraan antaralumni.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh perwakilan alumni dari berbagai fakultas dan angkatan. Rangkaian acara diawali dengan penghormatan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menciptakan suasana khidmat yang memperkuat pesan cinta tanah air kepada 45 anak asuh dan 10 pengurus panti.

Ketua Panitia: Membangun Rasa Kebangsaan Sejak Dini
Cary Greant, selaku Ketua Panitia Kegiatan Bakti Sosial Semarak Perayaan Kemerdekaan RI ke-81 bersama Anak Yatim Panti Asuhan Hati Bangsa, menjelaskan bahwa kehadiran para alumni adalah wujud syukur atas kemerdekaan dan bentuk kepedulian nyata terhadap generasi penerus bangsa.
“Kami hadir di sini dalam rangka kebersamaan. Kami ingin berbagi kasih dan kebahagiaan bersama anak-anak serta keluarga besar Panti Asuhan Hati Bangsa,” ujar Cary Greant dalam sambutannya.
Cary menekankan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak panti dapat memahami makna kemerdekaan melalui interaksi langsung, bukan sekadar teori. Ia juga memperkenalkan para alumni yang hadir, termasuk Opung Hasibuan, Wilma Silalahi, Herlina Gea, Opung Candra, dan Opung Margaretha, sebagai bagian dari upaya membangun hubungan kekeluargaan antara alumni USU dan panti asuhan.
Koordinator: Lebih dari Sekadar Bantuan Materi
Wilma Silalahi dan Herlina Gea, selaku Koordinator Alumni USU Happy, menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini melampaui aspek filantropi semata. Keduanya menegaskan pentingnya memperkenalkan nilai perjuangan para pahlawan kepada generasi muda.
“Kami ingin melakukan perayaan bukan hanya dengan sesama alumni, tetapi juga melalui bakti sosial, supaya anak-anak di panti merasakan semangat perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Republik Indonesia,” ujar Wilma dan Herlina secara bersama.
Menurut keduanya, anak-anak panti—baik yang yatim, yatim piatu, maupun dari keluarga kurang mampu—adalah bagian integral dari generasi penerus bangsa yang berhak mendapatkan perhatian, pendidikan, dan dukungan moral.
“Mereka ini generasi penerus yang akan membanggakan rakyat Indonesia. Mereka harus mempunyai kehidupan yang luar biasa dan menjadi orang-orang yang nantinya membanggakan kita,” tambah Wilma dan Herlina.
Sinergi Alumni Sejak 2025
Kegiatan ini merupakan buah dari kebersamaan komunitas Alumni USU Happy yang telah terjalin sejak April 2025. Dengan semboyan “Mendekatkan yang sudah jauh dan makin mempererat yang dekat”, komunitas ini bertujuan mengakrabkan alumni tanpa sekat perbedaan fakultas, suku, atau latar belakang profesi.
Meskipun persiapan teknis dilakukan dalam waktu singkat sekitar satu minggu, dukungan yang mengalir sangat besar. Sekitar 100 alumni disebut turut berkontribusi, baik yang hadir langsung maupun yang mendukung dari luar kota. Dukungan moral juga datang dari pimpinan universitas, termasuk dua Wakil Rektor USU.
Membangun Optimisme Masa Depan
Dalam sesi interaksi, terlihat antusiasme tinggi dari anak-anak panti. Mereka memiliki beragam cita-cita mulia, mulai dari menjadi dokter, sarjana, hingga pesepak bola profesional. Hal ini diapresiasi oleh panitia sebagai bukti potensi besar yang dimiliki anak-anak jika diberikan ruang untuk berkembang.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka punya semangat yang tinggi, cinta bangsa, dan mempunyai cita-cita. Anak-anak kita harus semangat dan tidak minder. Mereka harus optimistis terhadap masa depan,” ungkap perwakilan panitia.
Para alumni juga berpesan kepada pembina panti untuk terus menggembleng anak-anak dengan pendidikan dan kasih sayang terbaik, karena bantuan materi saja tidak cukup tanpa pendampingan karakter yang kuat.
Apresiasi dari Panti Asuhan
Nelson, salah satu pengurus Panti Asuhan Hati Bangsa, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan penuh kehangatan tersebut. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Alumni Universitas Sumatera Utara. Kunjungan Alumni USU sangat terasa kekeluargaannya. Anak-anak merasa senang sekaligus bangga mendapatkan perhatian ini,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan
Menutup acara, Wilma Silalahi dan Herlina Gea menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang telah mendukung kegiatan ini. Mereka menegaskan bahwa kegiatan Alumni USU Happy ke depan akan terus berkembang, tidak terbatas pada bakti sosial, tetapi juga mencakup jaringan ilmu pengetahuan dan profesional.
“Kami tidak akan bisa melakukan ini tanpa dukungan alumni-alumni yang lain. Ke depan, kami akan tetap melakukan kegiatan yang bermanfaat, apakah itu untuk ilmu, pekerjaan, atau sosial lainnya. Tujuan besarnya adalah merekatkan seluruh alumni USU dalam semangat persaudaraan,” tutup Wilma dan Herlina.
Melalui kegiatan ini, Alumni USU Happy membuktikan bahwa ikatan almamater dapat menjadi kekuatan positif untuk membangun persaudaraan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kepedulian dan aksi nyata.
Untuk diketahui, panitia atau peserta Baksos yang hadir selain Wilma Silalahi, Herlina Gea, Cary Greaht, juga
Benteng Hasibuan (FMIPA), Herlina Gea (FISIP), Wilma Silalahi (FH), Chandra Nina Silalahi (FEB), Margaretha Nababan (FKG) dan Matius Ifolala (FEB)

















