GATRAINDONESIA COM JAKARTA– PT Gozco Plantations Tbk (IDX: GZCO) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja cemerlang. Laba tahun berjalan perseroan melonjak 72,41% menjadi Rp107,6 miliar dari Rp62,41 miliar pada 2024.
Pencapaian ini disampaikan Presiden Direktur Kreisna Dewantara Gozali dalam Public Expose Tahunan di Jakarta, Rabu (10/6/2026), yang bertepatan dengan hari jadi pencatatan saham GZCO di Bursa Efek Indonesia.
“2025 menjadi salah satu periode terbaik Gozco. Pertumbuhan produksi, harga jual komoditas yang membaik, efisiensi operasional, dan struktur keuangan yang makin solid jadi kunci kinerja positif ini,” ujar Kreisna.
*Produksi Sesuai Target, Harga CPO Menguat*
Gozco mengelola 15.949 hektare kebun kelapa sawit di Sumsel, Kalbar, dan Kalteng. Sebanyak 13.461 hektare atau 84% sudah masuk kategori tanaman menghasilkan.
Produksi 2025 sesuai target: TBS inti 232.691 ton, CPO 42.924 ton, dan Palm Kernel 9.486 ton yang justru melampaui target. Penjualan tercatat 39 ribu ton CPO, 9 ribu ton PK, dan 58 ribu ton TBS.
Kenaikan harga komoditas jadi katalis utama. Rata-rata harga jual CPO naik ke Rp14.427/kg, PK ke Rp12.294/kg, dan TBS ke Rp3.277/kg.
*Margin Membaik, Liabilitas Turun 12%*
Penjualan bersih naik 8,49% ke Rp872,99 miliar. Laba kotor melesat 38,34% ke Rp226,28 miliar seiring efisiensi. Beban keuangan berhasil ditekan 42,91% menjadi Rp19,73 miliar.
Hasilnya, laba sebelum pajak tumbuh 70,04% ke Rp137,68 miliar. Struktur keuangan makin sehat dengan total liabilitas turun 12% menjadi Rp960,34 miliar.
*Fokus 2026: Produktivitas & Berkelanjutan*
Untuk 2026, Gozco menargetkan produksi TBS inti 230.800 ton, CPO 41.800 ton, dan PK 8.550 ton. Capex Rp161 miliar disiapkan untuk replanting, pemeliharaan TBM, dan penguatan infrastruktur.
Komitmen keberlanjutan juga dikuatkan. Sejumlah anak usaha GZCO sudah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO.
“Dengan kebutuhan minyak nabati global yang terus naik, program biodiesel nasional, dan tren harga stabil, kami optimistis GZCO bisa tumbuh konsisten dan berkelanjutan,” tambah Kreisna.

















