banner 728x250

Tembus Pasar Global, Industri Timah Terintegrasi RI Bidik Produsen Tin Stabilizer Terbesar Kedua Dunia di 2027

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

GATRAINDONESIA.COM JAKARTA — Partisipasi aktif dalam ajang Minerba CONVEX 2026 menjadi momentum strategis bagi industri pertambangan dan pengolahan timah nasional untuk memperkuat posisi di rantai pasok global. Dalam ajang ini, pelaku industri timah lokal memaparkan kesiapan dan kapabilitas operasional mereka yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir (upstream to downstream).

Sebagai perusahaan 100% lokal Indonesia, operasional industri ini mencakup penambangan laut menggunakan kapal hisap, pengolahan smelter di Batam, hingga kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Kepulauan Riau. Integrasi ini menjadi landasan kuat dalam mendukung program hilirisasi industri mineral yang dicanangkan pemerintah.

​”Event ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk memperkenalkan diri bahwa Indonesia memiliki industri hilir timah yang solid dan berdaya saing,” ujar Rudyanto, Marketing Director perusahaan, di sela-sela pameran Minerba CONVEX 2026.

Ia menambahkan bahwa perusahaan mematok target strategis pada tahun 2027 untuk menjadi produsen methyl tin stabilizer—produk hilir berbahan baku logam timah—terbesar kedua di dunia. Target ini dicapai melalui peningkatan kapasitas produksi serta penetrasi pasar ekspor yang terus diperluas.

*Tantangan Perizinan Ekspor dan Harapan Industri*

Meski memiliki potensi ekspor yang besar, industri hilir timah masih menghadapi tantangan administratif terkait prosedur Persetujuan Ekspor (PE) untuk produk turunan seperti solder. Proses perizinan tersebut dinilai cukup rumit karena melibatkan lintas kementerian dan regulasi perdagangan.

​Melalui keikutsertaan di pameran ini, pihak industri berharap dapat menjalin komunikasi yang lebih erat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan solusi terbaik.

​”Harapan kami dari pameran ini adalah membangun hubungan yang lebih dekat dengan Kementerian ESDM. Kami ingin bersama-sama memikirkan formula dan kebijakan terbaik demi kemajuan industri pertambangan nasional, khususnya sektor logam timah,” tutup Rudi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *