banner 728x250

Paguyuban Ciayumajakuning Dorong Pengembangan Wisata dan Ekonomi Kreatif di Jawa Barat

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Gatraindonesia.com Jakarta – Ketua Umum Paguyuban Dulur Cirebonan, Rokhmin Dahuri, menyoroti besarnya potensi sektor pariwisata di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika dikelola secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Rokhmin usai menghadiri acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Paguyuban Ciayumajakuning di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026).

Rokhmin mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, dalam kurun 15 tahun terakhir, jumlah kehadiran peserta tahun ini menjadi yang terbanyak, mencapai sekitar seribu orang.

Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kekuatan jaringan masyarakat Ciayumajakuning yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rokhmin memaparkan beragam potensi wisata unggulan di kawasan Ciayumajakuning. Dari sisi wisata alam, wilayah Cirebon memiliki kawasan pesisir yang terus berkembang, termasuk proyek waterfront city di bekas Taman Ade Irma Suryani yang kini ditata menjadi kawasan wisata modern yang menghadap laut.

Selain itu, terdapat pula destinasi kuliner khas seperti Restoran Nusantara yang berada di kawasan pelabuhan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sementara itu, untuk wisata pegunungan dan udara sejuk, wilayah Kuningan dan Majalengka dinilai memiliki potensi besar. Di sisi lain, kawasan Indramayu menawarkan wisata pantai seperti Pantai Tirtamaya dan Eretan yang juga tak kalah menarik.

Tak hanya wisata alam, Rokhmin juga menekankan kekayaan wisata kuliner khas daerah. Beragam makanan tradisional seperti nasi jamblang, empal gentong, mie koclok, nasi lengko, hingga tahu gejrot menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di sektor agrikultur, ia juga menyinggung potensi ekspor komoditas unggulan seperti mangga dari Indramayu yang kini mulai dilirik pasar internasional, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Selain itu, wisata berbasis budaya dan religi juga menjadi kekuatan utama kawasan ini, seperti keberadaan keraton-keraton di Cirebon dan situs ziarah Makam Sunan Gunung Jati yang menjadi destinasi penting bagi wisata religi.

Meski memiliki potensi besar, Rokhmin menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah bagaimana mentransformasikan seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi nyata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya potensi, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai magnet ekonomi dan pusat kemakmuran bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, serta pemanfaatan anggaran negara seperti APBN dan APBD untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Ciayumajakuning.

Dengan pengelolaan yang tepat, Rokhmin optimistis wilayah Ciayumajakuning dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat bahkan nasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *