Gtraindonesia.com Jakarta – *Dr. Bando Amin C. Kader, M.M.*, Ketua Yayasan Universitas Dehasen Bengkulu, hadir dalam *Musyawarah Nasional VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI)* di Grand Ballroom Pullman Jakarta Central Park Hotel, 15–16 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Dr. Bando Amin menegaskan bahwa keberadaan asosiasi yang solid menjadi benteng penting bagi PTS menghadapi dinamika regulasi pemerintah.
“Dengan adanya asosiasi ini kita punya inspirasi dan kekuatan bersama. Jangan sampai ada lagi kebijakan yang membubarkan yayasan begitu saja. PTS harus diperkuat, bukan dilemahkan,” tegasnya.
*Desak Keberpihakan Dana, Beasiswa, dan Akses Perbankan*
Dr. Bando menyoroti sejumlah tantangan krusial yang dihadapi PTS. Mulai dari realisasi amanat 20% anggaran pendidikan, kemudahan akses perbankan dengan bunga rendah, hingga rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
“APK kita baru sekitar 5% dari 250 juta penduduk. Ini harus dikejar. Beri kelonggaran bagi PTS untuk mengelola pendidikan. Perbanyak program beasiswa S3 untuk dosen, dan pastikan dana penelitian kembali ke PTS,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa dukungan nyata dari pemerintah, sulit bagi PTS untuk berkembang dan berkontribusi maksimal dalam mencerdaskan bangsa.
*Luncurkan Program “PALUPI” untuk Anak Petani*
Sebagai bentuk pengabdian nyata, Universitas Dehasen Bengkulu meluncurkan program *”PALUPI” – Petani Punya Lahan, Punya Usaha*.
Program ini memberikan kesempatan kuliah gratis di Fakultas Pertanian bagi lulusan SMA dari keluarga tidak mampu dan anak petani.
“Kami mengelola aset yayasan lebih dari 200 hektar untuk kebun kopi, vanili, alpukat, kelengkeng, dan hortikultura lainnya. Tujuannya jelas: mengangkat derajat petani. Moto kami, kalau mau kaya dan surga berjamaah, ikut PALUPI,” jelas Dr. Bando.
Ia mencontohkan, 1 hektar tanaman kelengkeng bisa menghasilkan hingga Rp1,2 miliar per tahun, jauh lebih menguntungkan dan ramah dibanding sawit.
“Kami tidak ingin program yang menyusahkan masyarakat. PTS harus hadir memberi solusi ekonomi nyata,” pungkasnya.
Saat ini Universitas Dehasen Bengkulu menaungi 23 program studi dan terus berinovasi menjawab tantangan pendidikan tinggi di daerah.
*Tentang Universitas Dehasen Bengkulu*
Universitas Dehasen Bengkulu berkomitmen menjadi perguruan tinggi swasta yang unggul, berdampak, dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, riset, dan pertanian.

















