GATRAINDONESIA.COM JAKARTA— Presiden Kongres Advokat Indonesia/KAI, Adv. Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.M., M.H., CRA, CLI, CPM, menegaskan KAI akan terus memperkuat peran sebagai pilar penegakan hukum, demokrasi, dan keadilan di Indonesia. Penegasan itu disampaikannya usai pembukaan Rakernas II 2026 dan HUT ke-18 KAI di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Didampingi jajaran DPP KAI, Nasrullah menjelaskan Rakernas II 2026 bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi dan merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan hukum nasional ke depan.
“Rakernas ini kami gunakan untuk mengevaluasi program yang berjalan sekaligus membahas isu strategis masa depan profesi advokat dan sistem hukum nasional. Salah satunya memperkuat peran advokat dalam mendukung demokrasi, keadilan, dan penegakan hukum di Indonesia,” ujar Nasrullah.
Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah di sektor hukum. Karena itu, seluruh DPD dan DPC KAI se-Indonesia dikonsolidasikan untuk memperkuat kualitas organisasi dan meningkatkan kontribusi nyata terhadap pembangunan hukum nasional.
Nasrullah menegaskan, HUT ke-18 KAI tahun ini memiliki makna khusus. Di tengah banyaknya organisasi advokat, KAI tetap mempertahankan jati diri sebagai organisasi perjuangan yang independen dan tidak menjadi alat politik kelompok mana pun.
“KAI sejak awal didirikan sebagai organisasi perjuangan, bukan alat kepentingan politik siapa pun. Kami ingin advokat tetap berada pada jalurnya sebagai penjaga keadilan, penegak hukum, dan pembela kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Salah satu ciri khas KAI yang terus dijaga adalah pembatasan masa jabatan Presiden KAI hanya satu periode sesuai amanat almarhum Prof. Adnan Buyung Nasution.
“Sistem satu periode ini wujud komitmen menjaga regenerasi kepemimpinan dan independensi organisasi dari kepentingan pribadi atau kelompok. Pemimpin nasional harus mewakili seluruh anggota, bukan kelompok tertentu,” katanya.
Dalam Rakernas II 2026, KAI juga fokus pada peningkatan kualitas SDM advokat. Nasrullah menyebut kebutuhan layanan hukum ke depan akan mengarah pada spesialisasi bidang tertentu.
“Sebagaimana dokter punya spesialisasi, advokat juga perlu keahlian khusus: hukum internasional, perbankan, perdagangan, keluarga, anak, investasi, hingga hukum teknologi dan ruang angkasa. Pendidikan berkelanjutan dan pengembangan kompetensi jadi agenda penting KAI ke depan,” ujarnya.
*Tentang Kongres Advokat Indonesia/KAI*
Kongres Advokat Indonesia adalah organisasi advokat nasional yang berdiri atas inisiatif almarhum Prof. Adnan Buyung Nasution. KAI berfokus pada perlindungan profesi, penegakan kode etik, regenerasi kepemimpinan satu periode, dan bantuan hukum bagi masyarakat pencari keadilan.
*Narasumber:*
Adv. Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.M., M.H., CRA, CLI, CPM – Presiden KAI
—

















