Gatraindonesia.com Jakarta, 19 Juni 2026– Mengawali tahun 2026, PT Aman Agrindo Tbk (IDX: GULA) sukses mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4% pada kuartal I-2026 dibandingkan periode sama tahun lalu. Emiten industri hilir gula ini optimistis kinerja akan makin moncer seiring rampungnya pabrik produksi baru.
Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk, Andreas Utomo, menyebut kenaikan penjualan ditopang oleh meningkatnya volume penjualan produk gula perseroan sepanjang tiga bulan pertama 2026.
“Fokus kami di kuartal I memang mendorong distribusi produk, dan hasilnya cukup positif,” kata Andreas dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
*Kinerja Neraca & Profitabilitas*
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan naik 1% dari posisi akhir Desember 2025 menjadi imbas dari penambahan stok persediaan. Di sisi lain, liabilitas naik 2% karena adanya kenaikan utang bank jangka pendek untuk modal kerja. Ekuitas tercatat stabil dengan kenaikan 0,03%, ditopang oleh laba ditahan kuartal berjalan.
Untuk profitabilitas, perseroan membukukan _gross profit margin_ 8,09% dan _net profit margin_ 0,09%. Sementara _Return on Asset_ (ROA) dan _Return on Equity_ (ROE) masing-masing berada di level 0,02% dan 0,03%.
*Strategi: Efisiensi via Integrasi & Bidik UMKM*
Melihat potensi konsumsi gula nasional yang diproyeksikan tembus 8,03 juta ton pada 2028 seiring jumlah penduduk 292,48 juta jiwa, Aman Agrindo tancap gas membangun rantai bisnis terintegrasi.
“Pabrik baru ini kuncinya. Dengan alur usaha dari hulu ke hilir, biaya produksi bisa lebih efisien dan profitabilitas terdorong naik,” tegas Andreas.
Selain itu, perseroan juga menyiapkan strategi penjualan dengan minimum order rendah namun harga kompetitif untuk menyasar segmen UMKM dan retail. Manajemen juga memastikan level stok dijaga agar siap memenuhi permintaan pasar baru.
*Tantangan & Optimisme Akhir Tahun*
Andreas mengakui masih ada tantangan, seperti penyesuaian teknis pembangunan pabrik gula merah yang sempat membuat operasional molor. Fluktuasi harga gula global dan kondisi ekonomi juga jadi perhatian.
Meski begitu, manajemen tetap yakin kinerja hingga tutup tahun 2026 akan jauh lebih baik. “Pabrik gula merah baru akan segera beroperasi penuh. Ini bakal jadi penopang utama kenaikan kapasitas produksi kami,” tutupnya.
Public Expose tersebut turut dihadiri Komisaris Utama Irchan Hanif, Komisaris Independen Andre Hendra Setia, dan Direktur Michael Utomo.
—

















