Gatraindonesia.com Jakarta– Muhammad Fathurrohman, S.H., Pembina Yayasan Indrahusada sekaligus STIKes Indramayu, hadir dalam *Musyawarah Nasional VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI)* di Grand Ballroom Pullman Jakarta Central Park Hotel, 15–16 Juli 2026.
Dalam forum nasional tersebut, Bapak Fathurrohman mengapresiasi penyelenggaraan Munas VI. Namun ia juga menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah terhadap keberadaan perguruan tinggi swasta.
“Harapan kami ke depan, pemerintah tidak memandang sebelah mata PTS. Jangan hanya fokus ke satu sisi. Lihat juga kami yang selama ini turut berkontribusi besar di bidang pendidikan,” ujar Bapak Fathurrohman.
*Peran Strategis PTS Kesehatan di Daerah*
Sebagai penyelenggara pendidikan tinggi kesehatan, ia menegaskan PTS memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dan mencetak SDM unggul bagi bangsa, khususnya di daerah.
“Untuk memajukan perguruan tinggi yang lebih baik, dibutuhkan peran pemerintah yang nyata. Turut serta, memberi nilai tambah, dan memberikan perhatian penuh kepada PTS. Kami siap bersinergi membangun pendidikan tinggi nasional,” tegasnya.
Bapak Fathurrohman berharap hasil Munas VI menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang lebih berpihak dan berkeadilan bagi PTS, terutama di wilayah.
Menurutnya, dengan dukungan yang setara, PTS akan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan dan memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
*Tentang STIKes Indramayu*
STIKes Indramayu di bawah naungan Yayasan Indrahusada berkomitmen mencetak tenaga kesehatan profesional, berdaya saing, dan berkarakter untuk melayani masyarakat Indramayu dan sekitarnya.

















