Gatraindonesia.com Jakarta- “Kami baru saja menyampaikan sejumlah catatan kritis dan aspirasi kepada DPR RI terkait kondisi nasional yang saat ini semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Sebagai mahasiswa yang memiliki fokus keilmuan di bidang transportasi dan logistik, kami menyoroti bagaimana tekanan ekonomi nasional, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah serta tingginya ketergantungan terhadap energi impor, memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya biaya transportasi, biaya logistik, hingga harga kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Raihan Firmansyah, Presiden Mahasiswa DEMA ITL Trisakti, usai audiensi di Gedung Nusantara DPR RI.
Raihan menegaskan bahwa sektor transportasi dan logistik merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang hingga saat ini belum memperoleh perhatian yang proporsional dalam berbagai kebijakan strategis pemerintah. Menurutnya, setiap kenaikan biaya distribusi akan bermuara pada meningkatnya harga barang dan jasa, sehingga masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak.
Dalam audiensi tersebut, DEMA ITL Trisakti juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pengemudi transportasi online. Raihan menilai para pengemudi memiliki peran vital dalam menopang sistem transportasi dan distribusi logistik nasional yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Kami menyampaikan kepada DPR RI bahwa pemerintah harus lebih serius memperjuangkan kesejahteraan para pengemudi transportasi online. Mereka merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi dan logistik nasional. Jutaan masyarakat saat ini bergantung pada layanan mereka, baik untuk kebutuhan mobilitas maupun distribusi barang. Oleh karena itu, realisasi kebijakan batas maksimal potongan aplikator sebesar 8 persen tidak boleh terus tertunda. Negara harus hadir untuk memastikan terciptanya keadilan bagi para mitra pengemudi yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan transportasi berbasis digital,” tegasnya.
Lebih lanjut, Raihan menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa dalam forum audiensi tersebut tidak semata-mata untuk menyampaikan kritik, melainkan juga membawa berbagai hasil kajian akademik serta rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi DPR RI dan pemerintah. Menurutnya, persoalan transportasi tidak dapat dipisahkan dari isu kesejahteraan masyarakat karena berkaitan erat dengan akses mobilitas, kelancaran distribusi logistik, dan stabilitas ekonomi nasional.
“Kami berharap audiensi ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Aspirasi yang telah kami sampaikan harus dikawal hingga diwujudkan dalam kebijakan yang konkret dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami akan terus mengawal berbagai isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan transportasi, logistik, dan kesejahteraan rakyat, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa dan bagian dari elemen masyarakat sipil,” tutup Raihan.

















