banner 728x250

Haji dan Kerinduan Seorang Hamba

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

gatraindonesia.com – Setiap kali tiba musim haji, dada ini ikut bergetar, denyut jantung berdegup kencang, sambil menghela napas panjang. Air mata kadang tak terasa menetes satu per satu. Duhai “Haji”, panggillah kami semua, kami rindu padamu

 

Keinginan untuk menyebut asma-Mu, melafazkan takbir, dzikir, dan talbiyah, sembari mengitari rumah suci-Mu, menjadi kerinduan yang begitu mendalam. Berlari kecil seperti Sayyidatina Hajar demi mendapatkan percikan rahmat-Mu. Mendekap malam dalam pelukan cinta-Mu di Masy’aril Haram dan Muzdalifah. Ingin menjadi satu titik putih di antara jutaan jamaah di Jabal Rahmah, mengharap kasih sayang dan ampunan-Mu

 

Dalam ritual melempar jumrah di Jamarat, tersimpan makna membuang jauh hawa nafsu dan godaan setan. Ihram di Arafah menjadi simbol menanggalkan ego, kesombongan, kebencian, kekufuran, serta berbagai sifat keduniawian yang melekat dalam diri manusia. Semua perjalanan spiritual itu kemudian diakhiri dengan ritual penyembelihan hewan qurban sebagai bentuk pengorbanan dan kepasrahan kepada Allah SWT

 

“Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.”

 

Berbalut kain ihram, semua manusia sama di hadapan Ilahi. Tidak ada yang membedakan kecuali tingkat ketakwaannya. Begitu pula dalam memaknai ibadah haji. Sepulang dari ziarah di dua kota suci itu, pertanyaannya adalah: apakah iman dan ketakwaan semakin bertambah, atau justru sebaliknya?

 

Haji adalah Arafah. Sebagaimana ungkapan, “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu,” siapa yang mengenal dirinya, maka sejatinya ia akan mengenal Tuhannya

 

Padang Arafah merupakan hamparan luas yang sunyi. Dingin pada malam hari dan terik di siang hari, dengan bentangan padang pasir yang seolah tanpa batas. Banyak yang memaknai Arafah sebagai gambaran kecil Padang Mahsyar yang dahsyat dan maha luas. Di tempat inilah para jamaah dianjurkan untuk bermunajat, memohon ampunan, merenungi kehidupan dan kematian, serta mencari hakikat diri di hadapan Sang Pencipta.

 

Dalam ritual menghantarkan calon haji di kampungku, juga di berbagai daerah lain, masyarakat tumpah ruah ikut mendoakan dan mengantar keberangkatan mereka. Tangisan mengiringi lantunan doa, seolah melepas orang tercinta menuju perjalanan panjang yang belum tentu dapat kembali

 

Semoga manfaat

Oleh: Dr. Aminuddin, SE, MM,.M.Pd

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *